Ketika suka dan duka bertemu

tAda saat dalam hidup dimana tidak ada kata untuk mengungkapkan rasa yang bercampur dalam seorang diri

Dan tidak ada orang untuk menyampaikan rasa yang bercampur dalam seorang yang dia sendiri tidak mengerti

Air mata yang bercerita tentang kesedihan, mengekspresi kesakitan, rasa yang terpendam di dalam hati sejak waktu yang berakumulasi

Ada senyuman yang bercerita dari rasa syukur atas segala hal, dari kenangan indah

Kenangan indah yang mengakibatkan rasa rindu

Yang membuat suka dan duka bercampur di satu saat

Seperti cinta, cinta yang begitu luas di pekat dalam suati gumpal darah bernama hati yang tidak tau lagi berapa lama ia akan mampu untuk menahankannya

Apa harus di pindahkan ke bagian tubuh lain?

Apa rasa di pindahkan ke otak? Ke mata? Ke usus?

Tidak mungkin. Setiap bagian tubuh telah punya tugas tersendiri

Seperti manusia. Setiap manusia punya tugas tersendiri

Tugas, tanggung jawab, tujuan

Hanya tidak setiap manusia tahu tentang itu

Tidak setiap manusia menyadarinya

Dan terkadang mungkin ia merasa tidak mampu untuk menanggunginya

Kadang tanggung jawab dan tugas yang diberi berlawan dengan keinginan

Kadang rasa cinta kepada satu hal berlawanan dengan rasa cinta kepada hal lain

Saatnya kita harus memilih

Antara tugas, keinginan, rasa cinta, nafsu

Karena kadang apa yang kita menganggap sebagai cinta hanyalah sekedar nafsu

Nafsu yang manusiawi namun tidak pantas untuk diikuti ketika ia berlawan dengan cinta yang sesungguhnya

Kita harus memilih

Kita harus siap tanggung konsekuensi dari pilihan kita

Apa kita milih cinta yang mungkin hanya bertahan untuk sesaat

Atau kita milih cinta kepadaNya

Kepada yang memiliki cinta yang melibihi segalanya

Yang telah memberi cintaNya kepada kita lebih dari apa yang kita bayangkan

Sometimes we have to let go of what we love, for the one that loves us even more.

“But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not.” [Al Baqarah: 216]

 

*Tulisan ini tidak untuk di mengerti karena tulisan ini ga ada makna. Hanya sebuah pikiran malam dari otak yang lelah. Dan mungkin kata-kata dari hati yang lelah bisa memunculkan makna yang sangat dalam. Hanya untuk siapa yang mengerti bahasa hati ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s