Sahabatku jatuh cinta?

Another story of my school time a few years later than the first one.

Keitaka kelas 7 aku ada sahabat dan kita berdua ga suka sama cowo. Tapi satu saat dia bilang, let´s call her Laila, dia suka sama adek kelas. Adek kelas yang ikut satu geng yang kita suka gosipin karena kita ga suka sama mereka (maaf dulu masih khilaf). Dan dia ga cerita hanya ke aku, seolah-olah itu rahasia di antara sahabat. Dia cerita ke…kayanya setengah kelas tau tentang itu. Pokoknya aku kecewa. Bukan karena Laila cerita, tapi karena dia suka sama adek kelas itu, yang kita disini panggil Pete. Dan aku ga bisa, ga mau ngerti. Apa yang dia suka? Bukannya kemaren masih menghina Pete? Dan ketika Laila ditanya dia juga ga bisa jelasin kenapa dia suka sama dia. Bukan aku yang nanya, karena memang ga mau percaya. Teman-teman lain yang nanya. Menurut aku itu hanya sebuah ilusi. Teori aku, mungkin karena sering di pikirin, tiap hari duduk dalam bis yang sama, jadi aja Laila pikir dia suka sama Pete. Mungkin untuk saat itu dia suka tapi sebentar lagi ilusi itu juga akan hilang lagi. Ketika orang lain bertanya kenapa dan sejak kapan Laila suka sama Pete, menggagapnya lucu, kasih dia usul untuk mendekatinya, aku berulang-ulang nanya apa dia yakin menyukainya. Dia mengatakan bahwa dia yakin dan dia berpikir gimana bisa mendekatinya, mungkin juga menjadi pacarnya. Aku cuek. Aku terdesilunasi. Aku kecewa. Tapi sebagai sahabat baik aku mendengarnya dan ketika dia meminta, aku nemani dan membantunya walaupun ga ada niat banget untuk mendukung mereka menjadi dekat. *Teman aku bukan muslim jadi kalau mau di yakinkan bahwa pacaran ga bagus ya agak susah. Lagian di masa itu aku sendiri belum begitu faham soal-soal itu.

Beberapa bulan berlalu. Mereka ga jadi pacaran, alhamdulillah. Cobaan kita agar Laila mendekatinya tidak berhasil. Dan satu saat Laila cerita. Dia cerita bahwa dia ga pernah suka sama Pete, bahwa semua hanya sebuah taruhan dengan teman SD nya yang masuk ekskul drama, bahwa acting Laila lebih pinter dari padanya. Untuk membuktikannya Laila harus menyakini semua teman di sekolah baru bahwa dia suka sama satu cowo tertentu. Kita ketipu semua. Sampai aku sendiri hampir percaya. Sekali lagi aku kecewa, dibohongin sama sahabt sendiri.

Apa yang kita bisa belajar dari cerita ini? Apakah cinta itu hoax atau hanya sebuah ilusi? Apa cinta itu pantas dipermainkan? Lebih penting cinta daripada persahabatan? Pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepalaku.

What do you think?

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Sahabatku jatuh cinta?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s