Pendam perasaan

Kata orang memendam perasaan itu tidak baik. “Jangan pendam perasaan lo karena takut ditolak. Nanti kalau diambil orang nyesal lho.” Macem itu saran orang terhadap soal cinta diam-diam. Lah kalau memang ga mau cerita kenapa? Trus kalau mengungkap perasaan kepada “dia” biar apa? Kalau dia bales perasaan itu mau ajak pacar? Mau mengajaknya untuk bermaksiat? Lho katanya cinta, malah di ajak untuk sesuatu yang tidak baik. Kalau perasaan tidak dibalas mau gimana? Cari orang baru? Galau, sakit hati ga jelas? Memperjuangkan dia sampai dia bales perasaanmu?

Malah kalau benar cinta bukannya lebih baik dipendam? Untuk menjaganya dan menjaga dirimu sendiri. Daripada membebani dia? Membebani dengan merasa bersalah jika menolak, kasian karena tidak membalas perasaan, seolah-olah ga di hargain. Membebani karena terus memikirkan karena ternyata memang suka juga tapi tidak bisa bersama. Serba salah jadinya kan? Kenapa aku membangun semua senario itu? Ribet bangetlah. Karena aku seindiri mengalaminya. Bukan semua hal tapi bisa dibayanginlah jika ada… ah sudahlah.

Aku mau ending sama satu analogi lucu, penjelasan teman yang aku pernah dapat. “Cinta itu seperti kentut. Jika ditahan sakit. Kalau dilepaskan lega.” Absurd ga? Menurut aku absurd banget ketika mendengarnya pertama kali. Tapi di pikir-pikir mungkin ada benaranya juga. Namun kalau buang angin ga sembarangan juga kan. Ada tempat khusus untuk melakukannya agar tidak menggangu orang lain. Sebelum nemu tempatnya, ditahan. Emang ga malu melepasknya di tempat umum, kalau ketauan orang lain? Biar ga sakit silahkan lepaskan tapi dengan cara yang baik, dalam ruang yang tepat. Lepaskan dan serahkan kepada Allah (maksudnya cinta bukan kentut).

Pendam perasaan bukan karena takut di tolak atau di jatuhkan

Tapi karena takut jatuh kedalam maksiat

Karena takut ditolak untuk mendapat keridhoan Allah

Jika kamu cinta, ceritalah

Cerita kepada Allah

Memintalah agar  diberi

Kekuatan untuk tidak mengikuti bisikkan syetan

Kesabaran unutk menunggu sampai Ia mengizinkan untuk bersamanya

Keikhlasan bila Dia telah memilih orang lain untukmu

Cinta kepada Nya yang melibihi hawa nafsu dan godaan dunia

Jika kamu cinta, berjuanglah

Berjuang dengan doa

Dengan ikthiar untuk perbaiki dirimu

Jika kamu cinta, yakinlah cintamu akan dibalas

Mungkin bukan oleh dia yang kamu pikirkan

Tapi pasti oleh Dia yang mempunya hatinya

Dan yakin jika kamu menjauh darinya

Karena kamu lebih mengutamakan cinta kepada Allah

Allah akan memberi yang lebih baik untukmu

Di dunia ini dan  diakhirat kelak

Advertisements

2 thoughts on “Pendam perasaan

  1. Tidak selamanya pacaran bertujuan untuk maksiat. Jika kita liat positifnya, pacaran bisa dijadikan kendaraan untuk mengenal calon pasangan hidup kita. Apabila kita berniat untuk maksiat dalam pacaran, maka maksiat itu sendiri akan terjadi, dan setan akan tertawa lepas. Tetapi apabila kita berniat untuk mengenal calon pasangan hidup kita dalam pacaran agar bisa membangun rumah tangga yang baik, maka pacaran itu akan berkah dan Allah akan tersenyum melihatnya. Wallahualam.

    Like

    1. Mengenal calon pasangan sblm menikah itu mmg sesuatu yang sangat di sarankan oleh Rasulullah. Dalam islam ada cara utk itu yg bernama ta´aruf (pasti tau kan). Tapi ada bbrp syarat untuk saling mengenal agar menghindar terjadi maksiat. Lagi pula pacaran sering kali tidak dilakukan dgn berniat melakukan maksiat. Tapi syetan cari bermacam cara utk membisik ke dalam hati manusia, yang buruk terliat baik, yang baik terliat buruk. Lagi pula aku ga tau seorang satu pun yg mempunya ilmu islam yg dalam dan menghalalkan pacaran apalagi berkata ada berkah didalamnya. But I am open kalau anda punya dalil that tells the opposite.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s