Setiap orang punya masa depan

Beberapa minggu yang lalu ada acara MABIT di sebuah mesjid Indonesia, atau mungkin lebih tepat di bilang sebuah mushola. Kalau di Indonesia ada acara MABIT tinggal datang, bawa Quran, Mukena/ Sarung, beres. Dapat makan gratis lagi. Disini beda. Untuk dapat ilmu, beribadah bareng bareng, menguatkan ukhuwah dan iman masing masing, anak anak mahasiswa bikin acara sendiri. Cari orang yang ngisi acara, siapin tempat, umumin acarnya, sampai belanja dan masak pun sendiri. Kalau kita sendiri ga berusaha untuk dapat ilmu, untuk memperkuat ukhuwah kita, siapa lagi? Itu yang keren. Dalam kata MC MABIT: Acara di bikin “oleh kita untuk kita”. Jangan nunggu kesempatan, buat kesempatan!

Pesertanya kurang lebih 30 orang (perempuan hanya 6, sedih ga sih?). Mungkin itu keliatan tidak terlalu banyak tapi ingatlah kalau kita bisa ajak satu orang pun untuk kebaikan itu lebih baik daripada sejumlah besar yang hanya datang untuk dapat makan gratis. Setelah kalian udah ada bayangan bagaimana kondisi disini aku mau sedikit cerita tentang materi malam itu, terutama salah satu pesan yang sangat terkesan untukku: Setiap orang punya masa depan.

Kenapa aku sampai sekarang masih memikirkan kalimat yang mungkin tidak terdengar istimewa?

Untuk menjelaskan ini mungkin aku harus sedikit curhat dulu. Kadang aku suka sedih liat teman teman atau saudara yang sesama Islam, terutama di Indonesia, yang masih berpakaian sexy, pacaran, ngerokok dll. dan sepertinya merasa enak enak aja. Mengupload di media sosial seperti tidak ada rasa malu. Aku ga mau jelekin mereka, sama sekali tidak. Kita semua manusia dan semua manusia punya kekurangan. Tapi setidaknya berusahalah untuk menutupi aib itu bukan malah di sebarkan.

Memang setiap orang punya pilihan atas hidupnya sendiri.  Dan kita tidak berhak untuk menilaikan orang lain. Kita tidak tau isi hatinya, latar belakangnya, kondisi hidupnya bagaimana. Ini berkaitan dengan pesan kedua dari materi hari itu, bahwa kita harus selalu berhusnuzon (berprasangka baik). Mungkin ilmunya belum sampai atau mereka belum faham. Mungkin ada saudara kita yang sedang berada dalam jalan yang kurang baik tapi (sekarang muncul pesan dari awal materi) setiap orang punya masa. Mungkin dia akan menjadi jauh lebih baik dari pada kita. Makanya jangan langsung menjauhi, apalagi menjatuhkan atau mencaci maki dia. Lebih baik kita mendekatinya kalau ada kemungkinan untuk berajak dia kepada kebaikan (dan kemungkinan itu selalu ada!) asal kita harus kuat,tidak terbawa pengaruh yang tidak baik.

Intinya kalimat simple ini “Setiap orang punya masa depan” memberi harapan untukku, dan untuk masa depan saudara saudara dan teman teman tersayang yang aku ke depan ini sering pikirkan. Sayangnya mereka jauh jadi mau dekatin mereka atau kasih nasihat juga agak sulit. Lagi pula aku sendiri masih banyak kekurangan yang harus di perbaiki.

Setidaknya kita bisa doakan saudara saudara dan teman teman di mana pun mereka berada. Semoga di beri petunjuk, di beri hidayah, lingkungan yang mendukunya untuk menjadi insan yang taat dan lebih dekat sama Allah. Dan ini berlaku untuk teman muslim dan yang belum muslim pun. Ujung ujung hanya Allah yang bisa berubah hati seseorang. Berapa orang yang dulu membenci Islam dan akhirnya memeluknya dengan erat bahkan jadi seorang muslim yang jauh lebih baik di banding kita kita yang muslim sejak lahir.

„Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.“ [Al Baqarah: 272]

Masa depan bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga jika di manfaatin untuk terus berbuat kebaikan, perbaiki diri dan mendekati diri kepada Allah. Sebaliknya masa depan bisa jadi sesuatu yang sangat bahaya jika kita hanya berleha leha, bermales malesan, bertunda tunda kewajiban kita dengan alasan “Nanti aja ah.“ „ Masih banyak waktu.“ „Nanti kalau udh tua aja, sekarang nikmatin masa muda.“ Masalahnya kita tidak tau kapan alasan yang kita sebut masa depan akan berakhir. Kalau kita ga tercapai masa tua, kalau saat yang kita sebut nanti tidak tiba karena ajal telah menjemput kita.

Setiap orang punya masa depan. Kita pun begitu bi iznillah. Mari kita gunakan waktu yang di beri Allah sebaik mungkin sebelum nyawa kita akan dipanggil untuk kembali kepada Allah subhaanahu wa ta´ala. Daripada membuang waktu dengan menilai atau terlalu mengkhawatirkan orang lain mending kita fokus untuk berpaiki diri.

Semoga teman teman dan saudara saudara seiman bisa selau istiqomah dalam kebaikan. Semoga diberi umur yang barokah, kehidupan dalam ketaatan dan yang terpenting hati yang penuh iman di saat nyawa kita di cabut oleh malaikat Izroil dan kembali kepada Sang Pencipta.

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ

وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَان

وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

„Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan islam,
Akhirilah hidup kami dengan membawa iman,
Akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah.“

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s